BKKBN Provinsi Sulut Evaluasi dan Konsolidasi AKS di Bolsel

Oplus_131072

Matapena.news, Bolsel – Didampingi Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Suhartini Damo, Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Marzanzius Arvan Ohy, mewakili Bupati Iskandar Kamaru, menjemput kunjungan kerja tim BKKBN Provinsi Sulut, Kamis 14 Maret 2024.

Kunjungan kerja tim BKKBN Provinsi yang diketuai oleh Diano Tino Tandaju bersama ketua satgas stunting Danny Lalamentik ini dijemput Jajaran pemerintah di Ruang rapat  Berkah Lantai 3 Kantor Bupati, di Panango, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki.

Bacaan Lainnya

Sekda dalam sambutannya mengatakan, upaya penurunan angka stunting di daerah Bolsel khususnya di lokus stunting masih menjadi prioritas pemerintah daerah. Terbukti, dalam upaya percepatan penanganan kasus stunting dilakukan secara bersama-sama, salah satunya melalui program BTS (Berkah Tuntaskan Stunting).

“Penanganan stunting di daerah Bolsel sangat terarah. Karena rembuk stunting ini dilakukan mulai dari tingkat desa, kecamatan dan belum lama ini juga sudah dilakukan rembuk stunting tingkat kabupaten. Jadi perkembangan stunting di bolsel sangat update,”.

“Semua pelaksanaan posyandu yang dilakukan setiap bulan rutin dilakukan pengukuran tinggi badan. Dan semua laporan itu di-update. Jadi ketika ada kasus yang ditemui di lapangan, itu langsung ditangani secara bersama-sama,” ungkap sekda.

Sementara Ketua Satgas Stunting Danny Lalamentik mengapresiasi pemkab Bolsel terkait peecepatan penanganan stunting. Hal itu dibuktikan dengan penurunan angka stunting setiap tahunnya. “Khusus Bolsel kami memang sudah tidak ragu lagi, karena dari data yang ada penurunan stunting di Bolsel sangat signifikan,” kata Danny.

Selain itu, dari data yang kami terima juga dari semua daerah Bolsel paling komitmen,bisa dilihat dari kehadiran posyandu itu mencapai seratus persen. “Penangananya juga cepat, karena dilakukan secara gotongroyong semua OPD. Nah, kami harapkan kedepan Bolsel akan tetap komit dan masih terus memprioritaskan penurunan stunting ini,” katanya.

“Audit dan evaluasi juga harus terus dilakukan. Jika ada kasus yang ditemui harus dicari tahu akar masalahnya dimana, agar jika ada kasus yang ditemui maka akan cepat tertangani. Begitu juga untuk edukasi kepada ibu-ibu hamil harus lebih intens lagi,” tambahnya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *